JAKARTA TENGGELAM

Jakarta telah menjadi sebuah lautan air di awal februari 2007 ini, seluruh penjuru kota dibanjiri oleh luapan air dari sungai – sungai sekitar wilayah Jakarta. Rumah – rumah tenggelam hingga 5 meter, jalan pusat kota dilanda kedalaman air, jalur transportasi putus, listrik mati, air tidak menyala, dan banyak perkantoran libur yang menyebabkan ekonomi lumpuh. Suatu bencana terbesar di tahun ini yang menimpa sebuah ibu kota negara, kota ini menjadi seperti sungai bahkan hampir separuh kota Jakarta penuh dengan air berwarna coklat (cirri khas warna air banjir ). Infrastruktur mati total, hari itu kota Jakarta benar – benar lumpuh. Banyak orang mencari tempat yang lebih aman mereka tinggal di kolong jembatan, diatas flyover, sekolah, gedung tinggi, ataupun daerah –daerah yang aman dari banjir. Ratusan ribu orang mengungsi menjadikan Jakarta sebagai kota bencana terbesar. Setiap sudut jalan di kota ini dipenuhi oleh orang – orang yang akan meninggalkan wilayahnya pada saat kejadian tersebut, orang tua, anak – anak, kaum muda, orang miskin kota, dan masyarakat lainnya berjalan menyusuri jalan – jalan kota yang dikelilingi air. Setiap wilayah Jakarta seluruhnya digenangi air hingga 2 meter bahkan ada yang mencapai 5 meter, ini suatu pemandangan yang sangat luar biasa. 80 orang tewas akibat berbagai macam sebab ada yang terseret arus banjir, kena aliran listrik, atau sakit di pengungsian. Jakarta yang disimbolkan sebagai ibukota dan memiliki banyak sekali perusahaan kapitalisme pada februari tahun ini tidak dapat berkata apa – apa. Yang tersisa hanyalah puing – puing bekas bangunan rumah yang terseret oleh luapan arus banjir, dan biaya pembangunan yang sangat mahal.

Birokrasi pemerintahan Jakarta sibuk mencari kambing hitam kepada orang miskin kota mereka menyalahkan rumah dipinggir sungai penyebab banjir, kemudian melempar tanggung jawab kepada pihak lain. Gubernur Jakarta Sutiyoso bahkan mengatakan semua ini dikarenakan urbanisasi ia menyalahkan karena banyaknya manusia yang menumpuk dijakarta, sungguh ini merupakan pernyataan yang rasis dari seorang gubernur. Karena setiap orang mempunyai hak untuk tinggal di kota Jakarta, dalam wawancara diberbagai televisi gubernur bukannya memberikan arahan untuk bantuan tetapi malah menunjukkan proyek banjir kanal timur yaitu pembuatan saluran sungai baru untuk mencegah banjir dan proyek ini kemungkinan akan mengalami masalah karena jutaan perumahan pinggir sungai yang mayoritas ditinggali oleh kaum miskin kota akan digusur secara paksa. Dan penggusuran ini pasti akan melibatkan aparat negara seperti pol pp, polisi, dan kodim ini memicu bentrokkan baru antar masyarakat dengan aparat. Walaupun rencananya akan diganti oleh rumah susun bagi rakyat miskin tapi saya masih kurang yakin apakah biayanya bisa terjangkau karena pasti mahal.

Pembangunan di Jakarta selama ini hanya diprioritaskan untuk industri kapitalisme, mulai dari gedung tinggi, supermarket, mall, perumahan, sampai ke taman kota semua ini dilakukan bukan untuk kesejahteraan rakyat tetapi lebih kepada modal yang masuk. Bahkan transportasi umum seperti busway, subway, monorel dan pembangunan tata kota untuk transportasi juga berdasarkan industri kapitalisme juga. Dimana kepentingan keuntungan ekonomi menjadi tujuan utama dari pembangunan ibukota dan sangat tidak peduli dengan keadaan ekosistem ataupun lingkungan hidup yang mengandung resapan air. Pemerintah lokal juga tidak memikirkan nasib kaum miskin kota yang selalu terpinggirkan dalam pembangunan, orang miskin dibiarkan hidup liar tanpa jaminan dari pemerintah dan selalu menyalahkan orang – orang tersebut sebagai biang keladi dari kumuhnya kawasan ibukota.

Banjir yang dialami kota Jakarta saat ini juga meninggalkan permasalahan baru yaitu jumlah pengangguran yang meningkat dan tingkat produktivitas kerja yang tersedot, karena sekitar ratusan pabrik di Jakarta dan sekitarnya tenggelam oleh air banjir dan beberapa pabrik tutup karena peralatannya rusak terkena air banjir. Disini kita lihat bagaimana kelas pekerja juga mengalami kesulitan untuk bekerja karena pabrik – pabrik tersebut ada yang tidak beroperasi. Kembali pemerintah tidak bisa menjawab ini hanya satu pernyataan yang keluar yaitu “ masyarakat masih dapat tersenyum” sungguh ini merupakan pernyataan yang melemahkan kekuatan masyarakat dan pekerja. Biar bagaimana pun pekerja harus terus memiliki kekuatan untuk mengambil alih segala macam bentuk alat produksi yang telah rusak karena banjir. Biar kekuatan pekerja dan masyarakat miskin kota lah yang mengontrol untuk kemenangan SOSIALISME di Indonesia…..

2 Responses to “JAKARTA TENGGELAM”

  1. jayabaya Says:

    YA ALLAH TIMPAKAN AZAB DAN LAKNATMU BERUPA GEMPA DAN TSUNAMI UNTUK KOTA JAKARTA SEBAGAI PUSAT KOTA MAKSIAT
    LULUHLANTAKAN KORBAN MELEBIHI TSUNAMI ACEH

  2. Siti Azizah Says:

    Mengapa rasuah korupsi membudaya dan sukar diberantas kerana kepimpinan nasional dan parlimen tidak niat beramal kearah itu. Mereka sarus terus sentiasa sidemo. Kes terkini pembongkaran skandal Bank Century syng jelas-jelas menohok hati nurani rakyat sengaja dibiarkan oleh Presiden SBY dan majoriti anggota parlimen. Jangan salah kalau sebentar lagi Maluku dan Papua juga Aceh menuntut kemerdekaan via lobi-lobi PBB. Pulau-pulau besar di Indoensia itu pasti akan merdeka satu per satu. Atau SBY akan dipaksa lengser segera. Bohong kalau rakan-rakan kami mahasiswa Indoensia dan seluruh rakyat itu nasibnya ditentukan Allah SWT. Semua rakyat negara manapun sesungguhnya nasib mereka ditentukan penguasa tempatan. Di Indonesia apalagi nasib kehidupan rakyat itu yang sengsara sangat itu nyata ditentukan penguasa, yang kali ini yalah SBY. Jadi tolol kalau awak semua masih percaya itu ditentukan Allah SWT.

    Di Amerika Sayrikat, Rusia dan bangsa-bangsa maju juga nasib rakyat itu ditentukan penguasa iaitu oleh Perdana Menteri atau Presiden. Kalau ia cerdas, baik dan pintar, ia nak sejahterakan rakyatnya. Kalau ia tolol, tak tegas dan peragu, rakyat semakin sengsara terlunta-lunta. Maka jangan hairan kalau di Indonesia, demonstrasi-demonstrasi nak berbuntut pelengseran SBY.
    Pemimpin di Indonesia bahkan tidak memiliki rencana jelas untuk membuat rakyatnya makmur merata. Pemimpin itu semata sandiwara dan tidak pandai mengurus hak-hak daripada rakyatnya. Rakyat Indoensia selalu ditipu dengan harga-harga itu melambung tinggi. Pun ini akan menyemai kumpulan-kumpulan pemberontakan dimana-mana di seluruh pulau. Mereka akan menguat dan akan memiliki daya tawar ke PBB. Ambil contoh Maluku dan Papua. Mereka akan meniru IRA, kumpulan pemisah separatis di Ireland Utara. IRA sekarang ini sudah tidak memberontak dan Ireland Utara selepas tercapai kesepakatan bersama Inggris maka Ireland Utara kini sudah lebih maju. Kami Malaysia pun kalah. Kalau Indoensia di sampah saja. IRA sempat berjuang keras sangat disokong Amerika Syarikat. Amerika Syarikat mengkhianati IRA, dengan berteman kepada Inggeris. Tetapi negara-negara maju macam itu, bagaimanapun, dengan alasan hak berkaitan hak setiap bangsa untuk merdeka, maka kerap memberi sokongan terhadap kumpulan-kumpulan separatis. Contoh dekat dan telah suskes yalah Timor Timur. Tujuan bermaksa untuk kepentingan sesaat Ekonomi Negara-Negara Besar dan bisa pula untuk melemahkan negara bersangkutan, ataupun untuk membuat repot negara tersebut. Misalnya terkini masih ada FARC yang menguat yakni gerakan separatis Colombia yg disokong Belanda. Ada pula ETA di Sepanyol, Ada kumpulan pemisah Muslim MILF di Filipina selatan dan banyak lagi. Persoalannya di Indoensia walaupun saat ini belum memiliki organisasi-organisasi separatis sekuat mereka itu tetapi bisa ebrlaku dalam masa dekat. Pulau-pulau itu akan mendapatkan perancangan matang expandabilas akan merdeka apabila kerajaan pusat Jakarta terus-terusan pesta korupsi. Di bawah SBY pemerintahan itu malah rasuah semakin menjadi-jadi dan semakin merata tidak terkawal. Rasuah membudaya, diciptakan sengaja, tidak terkawal ketat dalam kepimpinan nasional SBY yang hendak cari selamat saja.

    Gerakan kumpulan-kumpulan pemisah nak marak tetapi juga gerakan-gerakan revolusi. Apa yang diinginkan majoriti rakan-rakan mahasiswa militan Muslim Indoensia pasti tercipta berhasil. Mungkin ada baiknya. Negara dapat dikuasai misalnya oleh suatu Dewan intelektual, dibentuk Dewan Revolusi yang dibuat daripada kwlompok-kelompok cendekia Indonesia.
    Pun nak segera muncul lagi kumpulan-kumpulan pemisah di Aceh, di Papua dan di Maluku (RMS-nya) akan bangkit dan bersemi. Mereka akan mendapat angin perubahan segar dan sokongan dana dan senjata. Mereka akan terbiasa angkat senjata dan profesional. Walaupun Aceh kini tidak sempat sukses namun sikap berjuangannya tetap Aceh nak kan mendua seperti dulu walau kini mereka sedang mencari aman. Kalau saja Aceh dulu berjanji mahu membahagi migasnya kepada Amerika Syarikat kalau merdeka, tentu Amerika Syarkiat akan bisa buat Aceh merdeka. Aceh mahu mengamalkan itu tak dan senang dengan romantism keagamaannya dan lebih berorienatsi negara-negara Arab, Amerika Syarikat mahu tak. Maka menuntut kemerdekaan sekarang ini boleh dan PBB mahu sokong. Perjuangan angkat senjata mereka dan politik pun akan terakomodasi. Mereka akan mempunyai Tradisi Bersatu, kumpulan SDM punya, dan boleh bagi mengupayakan sokongan ke negara-negara maju hingga ke PBB. Kerana cnggih sokongan instansi-instansi itu dari Russia, China, bahkan instansi-instansi Amerika Syarikat, kerana berubahnya kepentingan. Situasi korup di Indonesia menjadikan negara-negara maju berhenti percaya kepimpinan SBY. Mereka tengok autonomi di Indonesia tak diamalkan benar, tak mensejahterakan rakyat di pulau-pulau itu. Membuat Amerika Syarikat dan kawan-kawannya berbalik menyokong kumpulan-kumpulan pemisah di Indonesia. Mereka akan menengok bahawa pengambilalihan dibuat Suharto atas Sukarno, blunder dan hanya semakin melanjutkan rasuah hampir di seluruh lapisan di neegri itu. Sejarah itu kesalahan.
    Negara-negara maju akan menengok pula bahawa tradisi aasuah kuat yang tertanam mengakar di Kesawan keselamatan Institusi-Institusi Orang-Orang (TNI / Polri) harus segera dihentikan. SBY yalah tentera yang disipilkan melalui pensiun tetapi pandai tak. Ada banyak kawannya di parlimen. Tetapi sekarang negara-negara maju macam Amerika Syarikat, Inggris, China dan Rusia akan berbalik bagi menyokong Prabowo, Wiranto dan Perempuan Pejuang Tulus Megawati Suakrnoputri untuk bersama-sama ambilalih kekuasaan dari tangan SBY.
    Bagaimana mengatasi rasuah adalah bagaimana memangkas kekuasaan lemah dalam ataupun dari SBY, yang diketahui tidak tegas terhadap bawahan-bawahannya. Generasi muda rakan-rakan mahasiswa Indoensia kini sudah jauh lebih pandai sangat. Bahkan seorang bekas guru besar mereka, Amien Rais, benar bahwa Indonesia harusnya menjadi negara Syarikat, macam kami Malaysia dan Amerika Syarikat, di mana masing negara agan berotonomi penuh tapi tetap Kesawan Satu payung Pusat dari segi militer. Di Indonesia pulau-pulau mempunyai autonomi palsu sekarang. Bagaimanapun Papua dll menuntut merdeka dan RMS akan berjaya sebab di belakangnya pun negara-negara maju macam Kerajaan Belanda. Mereka mempunyai kepentingan ekonomi dan histori sangat besar atas Indonesia. Kalau bukan negara Syarikat maka tentu jalan merdeka yalah terbaik utnuk pulau-pulau. Ini akan berlaku ketika kepemimpinan nasional SBY sekarang tidak beramal tegas memberantas rasuah kelas besar macam skandal Bank Century. [Ada opini berbeza sila majukan ke kami: sitiazizahbintihasyim@msckl.my].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: